Playing Chess

Mungkin,
Semesta bukannya menjadikanku mainan takdir
Tetapi justru ia menyediakan bidang enam puluh empat petak
untuk kumainkan.

Memulai,
bersiasat,
jungkir balik,
langkah mundur,
menggempur

Aku main sendiri,
Jadi hitam dan jadi putih
Belajar tentang bilah-bilah buahnya

Ah, aku baru tahu
Pion suka ngambek, merasa jadi korban
untuk membuka jalan
Juga jadi kenal kalau sang raja
sama sekali tidak seperti kultus agung yang mengharuskan ia melangkah satu-satu
(sst, dia ternyata suka bercanda sampai terpingkal-pingkal, sungguh tak sopan)
Dan masih banyak lagi kisah setiap bidak
Termasuk gajah-gajah di kiri dan kanan,
kembar tapi berbeda perangai.

Dalam konstelasi yang ganjil ini
Aku adalah mastermind
Seseorang yang punya tenaga lebih
Dan ketitipan sedikit keisengan semesta
Untuk menggerakkan setiap bidak
Menjadi hidup dan punya tujuan

Aku adalah kelabu,
di antara realita hitam dan putih
Si bodoh yang menitipkan harap
di dinding benteng atau di punggung kuda
… ikut dalam permainan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s