melamun malam-malam

precaution : sekadar membiarkan utas-utas benak mengurai, meregang, seperti kalau kita baru bangun tidur… dedicated for myself.

.
malam ini kubertanya-tanya
kenapa begitu pekak dan hiruk-pikuknya suara. mengejar-ngejar dan menjerit-jerit.
dengan semangat yang disebut berpikir positif, sering aku bersedia larut dan melaju di arusnya
melebur. mengintai. menerjang. meraih. menggenggam. bangga diri.
ya, memperjuangkan hari dan mengukir prestasi.
seluruh perhatian dan tenaga terhempas kepada cahaya. janji masa depan gilang gemilang.
bisa dicapai. direngkuh. ditundukkan.

.

saat ini
waktu kumenghenti langkah. memberi jarak.
aku melihatnya sebagai kegilaan. heran dengan sejumlah tenaga dan kebulattekadannya.
lelah dengan siasat. ternyata selama ini aku ikut lari-lari.
dengan sedikit dorongan lagi, rasanya bisa saja menyeruak ke permukaan,
memekik “apa maumu, dunia?!”

dalam bentang jarak, aku melihat aku. memberangus pekik. membujuk-bujuk emosi.
dan bertanya kepada gila “apa perlu kamu unjuk diri begitu?”

ya, betapa sangat boleh kita memilih… menjadi waras atau sinting. cuma sedikit bedanya di dalam sini.
mungkin, kegilaan itu laten. untuk kita yang terlahir ‘sempurna’ tinggal membiarkan dia mau dipancing atau tidak.
kalau mau ikut, akan bergabung dengan arus dunia yang disebut trend. *aha! trending topics*. umbar emosi.
yang cenderung seringkali berakhir pada ketidakpuasan. protes. sinis. pesimis. frustrasi. selalu saja ada ceda.

.

alangkah teduhnya senyap.
saat mana memandang diri berbenah, memilah emosi dan kebenaran.

mungkinkah di situ berada, hai kamu?
hati yang damai, seperti dipancarkan sorot mata.
senyum kharismatik, tidak tergganggu oleh trend frustrasi.
jejak tegas dari kata hati (bukan karena apa kata dunia).

sudah bolehkah kumenjajar langkah, beriringan menapaki lintasan takdir?
tentu aku akan belajar lebih banyak lagi padamu,
menjadi senyap yang mencerahkan kekelaman dunia.
mungkin juga bisa menjadi picu kesadaran yang terlambat,
yang lebih baik daripada tidak sama sekali.

Advertisements

2 thoughts on “melamun malam-malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s