pada suatu sore yang tidak terlalu baik

Aku kembali ke kafe itu
Kafe baru, berusia empat minggu
yang tidak seberapa seru
Lebih sering mengecewakannya
Rijstaffel yang dihidangkan kurang pas, sup krim dengan rasa standar, … lalat yang kedapatan berkeliaran
dan kali ini… kentang goreng kurus yang dibumbui terlalu asin

Namun ini kali kesekian aku kemari
tetap saja kembali lagi
Entah karena masih bersemangat memberi kesempatan,
entah karena harganya lebih miring dari kafe-kafe tetangganya,
Atau setiaku pada secangkir teh susu panas
Ya, satu-satunya sajian yang kunilai baik. Kuharap rasanya mendekati keaslian buatan generasi pertamanya di Benton Street sana.

Dengan gontai dan bibir pucat kusegerakan memesan pula minuman panas lagi pekat itu
Membayangkan tiap teguknya akan bisa menundukkan pening dan nyeri akibat sindroma pra-menstrual
Melunakkan kembali otot netra yang kaku akibat dibanjiri kerdipan cepat rana dalam teater film barusan
Aku mual dan hampir muntah
Aku perlu horizon yang jauh untuk kupandang dan memastikan dunia tidak goyah
… atau terapi apa lah yang sanggup menarik darah mengalir naik dengan tenang ke ujung-ujung rambut

Mulai kulahap kentang goreng keasinan itu
(apakah garam bisa membantu meredakan pening?)
Seteguk teh susu panas kalat
Suapan berikutnya
Lagi dan lagi
sampai wajahku kembali bersemu
mata dan otak mendaki keseimbangannya

Kutarik majalah dari dalam tas dan mulai membaca
Sisa pening dan otot kaku coba kuusir dengan pijatan sederhana pada titik-titik padu
(sesuai tips sederhana dari bapakku untuk mengatasi mabuk perjalanan)
Degup panik dan mual mereda, kecepatan lahap berkurang
Kentang goreng itu tetap keasinan
tetapi aku tak mau rugi dengan peser yang akan aku keluarkan di meja kasir nanti

Pening itu menyingkir
Mual telah rata mereda
Bacaan dalam jarak pandang yang nyaman itu benar telah membuai-buai penglihatan
Suap dan teguk terus berlanjut sampai tandas, …semakin sedikit dengan jeda yang semakin panjang
supaya boleh kutinggal lebih kama di kafe ini

… sampai nanti jadwal temu dengan seorang rekan tiba.

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s