catatan peminum

gerimis ketak ketuk di birai jendela
bulan separuh mengintai dari balik awan mendung
arloji detak detik menggamit masa
sadar separuh meninggalkan bergelas-gelas cantik alkohol

candu tuak teman setia
mengundang senyum nona tergambar di paras bulan

Duhai,
kenyataan terlalu rumit dicintai
Maka kupuja engkau dalam mimpi

saban malam
sampai pagi
waktu matahari mengingatkan lagi
cambuk-cambuk abaimu

Katakan, bagaimana lelaki harus tegar
menanggung itu rindu dendam

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s