Last Night

Sayang,

Kamu pasti masih sibuk dengan pekerjaan dan deadlines yang bejibun yah. Eh, maaf, bukan aku protes lho. Kalau terasa begitu, mungkin karena aku sedikit lebih kangen daripada kemarin-kemarin. Dan kali ini aku ingin cerita. Aku nonton film tadi. Sendiri. (Ga pa pa. Sama, bukan komplain. Seperti biasanya aku kan suka nonton sendiri kalau kamu ke luar kota).

Filmnya bagus, menurutku, heart-warming kalau kata pengamat film pro. It’s a drama. Romantic? Uhm, kamu harus menilainya sendiri nanti. Tentang hubungan antara dua orang dan masalah yang harus dihadapi. Aku suka babak pertamanya… kekonyolan dalam rumah tangga yang biasa. Prasangka, cemburu, lalu ngambek. Lalu resolusi dalam kesempatan supper yang tenang dan hangat. Kupikir, hal-hal seperti itu juga yang akan membumbui hubungan kita. Meskipun menggelisahkan ketika harus dijalani, tetap manis dan perlu ada. Aku suka, kegigihan yang digambarkan tokoh-tokohnya untuk membuat pasangannya tetap merasa nyaman.

Konfliknya mulai ketika wajah dari masa lalu itu datang. Binar-binar yang gagal disembunyikan. Kupikir, kadang kita terlalu tinggi menghargai hal-hal yang belum diketahui. Karena itu kita jadi mudah dan rela untuk digoda; ada kesepian dan kekosongan yang memikat; kita selalu ingin jadi juara buat mereka yang menderita.
Aku hampir saja sesak nafas, justru karena menunggu-nunggu siapa di antara keduanya yang lebih dulu melakukan ‘langkah malaikat’. Aku khawatir ini hanya akan jadi dongeng pengantar tidur biasa. Tapi, untungnya tidak. Ia Buku Tugas, yang mengharuskan kita membuat esai tentang ‘di manakah batas kebenaran?’, ‘siapa yang bersalah?’.

Tapi sungguh tak berbelas kasihan kalau ini semua melulu hanya soal benar dan salah. Bagiku, lebih penting untuk selalu belajar, menghargai pendirian sendiri, dan berusaha memperbaiki.

Sayang, nanti kalau kamu kembali dari luar kota, kita nonton film ini lagi ya. Aku ingin kamu mengerti hal-hal yang tak bisa kuungkapkan sendiri.

Semoga kamu sempat membaca emailku ini. I miss you.

NB: btw, aku suka setting rumah mereka, sebuah apartemen studio – seperti yang selalu kubayangkan sebagai rumah masa depan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s