Lagu si Rambut Merah

Mick, si Rambut Merah,

Kamu selalu membuatku jatuh hati berkali-kali. Diam-diam kau mengendap dan hidup dalam ingatan yang terbenam. Kau tinggal membisikkan satu nada atau mengerdipkan matamu jenaka maka aku akan ikut bernyanyi dan berdansa.

Apa sebenarnya yang paling kukagumi darimu, aku tak tahu pasti. Bertemu pun kita belum pernah. Tapi syair, rima dan lagu-lagumu terasa begitu akrab bagiku. Bisa jadi karena pelajaran tentang bagaimana rasa cinta itu kupahami bersamamu. Oh ya, bahkan ketika semua itu berakhir, kau menyanyikannya dengan ringan saja.

Never never love can never be enough
Never be enough, just ain’t good enough
Never never love can never be enough
Never be enough, oh no

Mungkin karena kau lahir lebih dulu dan mencatat lebih banyak. Kau selalu punya jawaban untuk hal-hal yang mengusikku. Yang jelas, irama yang kaubawa selalu berhasil mengusir gelisahku.

It’s always friends that feel good

Ya, musik, di manapun aku mau dan berada. Kau di urutan pertama playlistku.

I love you, Mick.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s