surat kecil untuk tak bernama

maaf,
aku tidak ingin tahu lebih banyak tentangmu
aku sudah menua, sepertinya
tidak lagi berani untuk mencoba dan melangkah buta
dan dirimu seperti rimba yang terlalu pekat dan mengeluarkan siulan-siulan merdu misteri
memanggil-manggil namun sekaligus menyalakan radar kewaspadaanku – bahwa kau bukan makhluk biasa
ha,
makhluk biasa, kataku
yang biasa bagiku sekarang adalah hal-hal usang. hal-hal yang sudah kuakrabi dalam kurun paling dekat satu hari lalu, muncul tanpa kuminta lalu aku harus belajar mengenalnya. memaksa inderaku untuk menelan, meraba, membaui, mengecap dan meresap.
luar biasa adalah segala sesuatu di depan detik eksistensiku, yang aku enggan mengenalnya sampai benar-benar hadir tanpa kusadar.
kau… seperti itu

tidakkah ini paradoksal?
aku lalu terbiasa dengan dirimu yang selalu berada satu detik di depan eksistensiku. kau selalu di situ, di batas yang tak ingin kuterjang.
bisa jadi… sebenarnya kita adalah kawan lama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s