# 01

KESALAHAN

Mama tak bisa sembuh dari trauma. Ia kelihatannya lebih suka memelihara kubangan luka itu. Menengoknya sesekali dalam benak yang tak sibuk lalu mengais-ngais kedalamannya. Ia mengeluarkan darah. Segar. Lagi. Setiap kali ia kembali.

Entah dia tak tahu atau mungkin tak punya apa-apa lagi selain kenangan. Ia tak pernah memaafkan masa lalu. Dan lebih daripada itu ia tak tahu bahwa semuanya terjadi karena ia sendiri ikut mengambil peran dalam kenangan.

“Aku tak punya keberanian”, begitu selalu kilahnya. Dan ia berharap besar ada ksatria berkuda putih yang membela dan melindungi kelemahannya. Ia tak tahu, dunia dongeng selamanya tinggal dalam buku dan bingkai lukisan. Tak ada dalam kenyataan. Bahwa dunia ini memerlukan dayanya untuk bergerak, entah ke kiri atau ke kanan.

Mama telah lupa, tak ada yang bisa ia perbaiki lagi atas segala hal yang sudah jauh berlalu.

“Luka dan bisa kubawa berlari”, katanya menegarkan diri tetapi tak ikhlas.

Tapi tak jua hilang pedih perih; selain hanya melukai lebih banyak hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s