ingatan tentang danau

angin bertiup dan membawaku kembali ke danau itu. pagi itu. yang langitnya mendung tipis. dan payung warna-warni menaungi kami.

mengusir dingin dengan klak-klik di ujung telunjuk. pose demi pose. sehelai selendang pelangi menusuk embusan nafas yang mengabut. dan riuh rendah sapa bersama seleret cahaya fajar.

dingin itu masih mengendap di dasar ingatan. dan hatiku seperti sampan yang tengah berlayar perlahan membelah muram.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s