bagian yang salah dalam perihal kita

diriku hari ini terbuat dari

hati yang menyanyi-nyanyi,

aroma tubuh yang wangi

dan senyum manismu ketika kita berjumpa

 

dalam hal ini aku adalah seekor burung yang tak terjinakkan oleh sangkar atau jewawut dalam cawan. selalu ada dalam diriku yang menginginkan langit lepas. ranting-ranting persinggahan, batu-batu karang, tebing pantai, dan gelegak ombak yang menyambar ke sayap-sayapku.

Demikian juga dirimu, kurasa. Kita menyimpan kerinduan yang sama. Pada deru angin yang penuh ancaman. Pada bahaya mengenggam telur kaca yang rapuh, dan kita membawanya terbang cepat ke tempat-tempat tinggi dalam cakar-cakar yang gemetar.

Bagian paling salah dalam hal ini adalah ketika berpikir. Sesuatu yang menurut banyak orang adalah akal sehat. Padahal, mana sehat antara penuh taktik atau mengikuti kata hati? Mana yang lebih hidup daripada kekinian? Ketika kesadaran kita penuh untuk merasakan, meresapkan, mengalami dan mengada. Bukan dalam kenangan masa lalu. Atau harapan indah di masa depan. Bukan pula pada citra-citra sempurna dan keharusan nilai? Kita adalah saat ini. Tidakkah itu sudah cukup dan hakiki?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s