Meredam Remuk

ini adalah saat ketika aku belajar untuk tidak menjadi serakah. dan betapa pelajaran itu terasa sulit,… memerihkan hati. bahwa segala yang kita inginkan tak selalu bisa kita miliki.

Entah apakah aku yang tengah berhalusinasi… atau memang udara di sekitar kita selalu berkabut kelabu dan segalanya boleh abu-abu…? Aku mendengarmu membisikkan itu… dengan segala cara yang bukan kata-kata. Mungkin kita tak ‘kan bisa bersikap adil lagi kepada perasaan karena kita tidak bisa lagi mengaksarakannya.Kau memilih sayap-sayap halus seolah menyapu di wajahku. Menunggu jawab dari tatapku. Tapi tak mudah juga untuk merangkum jawab sementara hatiku meluap-luap.

Aku… sangat ingin bilang padamu… aku merasakan hal yang sama. Menginginkan mimpi-mimpi yang sama. Lalu kita harus merasa cukup dengan siksaan-siksaan ini. Kita harus berbahagia dengan rasa sakit karena dengan itulah kita, aku dan kamu, ada.

Karena kata-kata adalah hal yang terlarang di antara kita. Sementara kita ingin bilang bahwa cinta yang dalam itu sangat menyakitkan.

*Terima kasih kau telah pernah mengungkapkannya…

(in the middle of airing How Would You Feel ?  – Ed Sheeran)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s