dua cangkir

caramel macchiato dan Asian dolce latte. ice. siang itu.

dalam terik matahari yang membakar. meninggalkan hangus dari tawa yang berderai dan debam jantung yang menghentikan tarikan nafas.

seharusnya membakar habis juga segala pertanyaan tentang eksistensi. tentang apakah pernah ada…

jarak-jarak yang ditempuh tanpa hirau. bukan hanya ke warung sebelah rumah. ini tentang perhentian dari kota ke kota. yang tak kan mungkin dipilih oleh kepala-kepala yang berpikir terlalu panjang tentang etika.

ini tentang langkah-langkah yang dituntun intuisi… dan getar halus sanubari yang saling bersambutan. berjalinan. langkah-langkah yang berlari putus asa demi menyimpan hangat yang berkerlip lemah di tengah dunia yang kalut.

tak ada kepemilikan atas satu terhadap lainnya. tak ada kita sepanjang masa. only a moment of truth.  a deep warm little time.

percayalah akan itu…

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s