All posts by kembangbakung

About kembangbakung

a wife, a mother, and a child who shares her daily stories

antara

aku menyukai cara-cara kita menyebrangi ketidakmungkinan

cangkir ini salah satunya
aku minum di bekas bibirmu.
setelah kau menyeruput isinya dengan penuh minat
seolah-olah kita saling bertukar kecupan

sekaligus aku menghargai tusuk cemburu yang menggelitiki dada

ia menyatakan kedalaman yang terpendam
dan kau selalu berhasil membantuku menepisnya

di dunia ini ada hal-hal yang rumit dan sulit dijelaskan
semoga selalu ada waktu untukku memahami setiap pesan yang kausampaikan dengan sangat halus

 

cup

Advertisements

#1823

Yes, that’s what I need from you. . Please cherish all we’ve had for good. And remind me of each – when I’m too old to remember. . @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1823 #30hbc18slr #30haribercerita2018

#1822

Kalau direnungkan…
Bisa saja kutempuh jalan yang lain,
Pergi ke tempat-tempat yang lebih jauh;
Beroleh hal-hal yang lebih banyak.
Tak kulakukan karena itu tak membawaku kepadamu.
Sebaliknya, akan kujalani semua dan akan kutempuh jejak yang sama supaya kita bisa bersama.

Itu kalau dipikirkan. Nyatanya,… itu tak pernah benar-benar kurencanakan.
Lalu bagaimana kita bertemu? Benang merah takdir, jawabannya.
Entah kapan kita bisa benar-benar memahami cara Semesta bekerja.

@30haribercerita
#30haribercerita #30hbc1822 #30hbc18slr #30haribercerita2018

#1821

Minggu pagi ini aku bangun di samping lelaki yang menikahiku lima tahun lalu.

Apakah dia pemilik hatiku? Hei, kenapa belakangan pertanyaan-pertanyaan eksistensial muncul di kepalaku? Ah, pasti aku kurang kerjaan. Segera saja pikiran kualihkan ngembara ke seluk-beluk dapur, berusaha mengingat komposisi terakhir semalam untuk kuputuskan mulai beres-beres dari mana. Rutinitas rumah tangga. Bahkan di hari libur harus mulai dari dapur.

Tunggu. Buka jendela-jendela dulu supaya udara pagi memenuhi hunian. Hari masih temaram, mendung pula. Di kejauhan pandang kelip lampu halaman tetangga masih meriah. Rasanya sudah azan subuh, tapi suasana masih seperti ba’da isya. Satu dua kodok berlompatan antar kubangan di jalan aspal. Dedaun berayun-ayum dalam embus angin. Dingin. Maka cicak-cicak yang mencari hangat berkelompok memeluk tiang listrik.

Berbalik, kumenghadap meja makan yang berantakan. Hidangan terakhir semalam adalah semangkuk sekoteng hangat. Kubiarkan bekas-bekasnya tertinggal karena kami terhanyut dalam perbincangan lalu percumbuan. Malam tadi kami awali dengan menonton televisi, sampai kemudian terdengar klinting-klinting suara gelas diketuk sendok milik penjaja sekoteng. Kami memanggilnya. Obrolan berlanjut ditingkahi hangat wedangan. Tak tahu lagi apa yang disajikan kotak kaca televisi, yang paling akhir kuingat adalah reklame sebuah programa, bunyinya “Suka-suka Night, mau disambi apapun aktivitasmu asalkan diiringi musik dangdut”. .
*ichikiwirrrr*

@30haribercerita

#30haribercerita #30hbc1821 #30hbc18mengarang #30hbc18slr #dangdutan #fiksi #fiksidangdut #30haribercerita2018

Tengkar

Dari semuanya, yang terberat adalah pertengkaran denganmu. Menghabiskan seluruh perhatian dan hatiku meskipun bukan pertikaian yang melibatkan fisik. Kau tahu kenapa? Karena aku berusaha sekuat tenaga agar tak sampai melukai hatimu. Ini sebagiannya adalah pertempuranku sendiri dengan bakat kekejian yang mungkin memang sudah menjadi kutukanku. Justru karena orangnya kau, aku bisa melepaskan segala ruap murkaku. Aku percaya padamu, maka kubiarkan bibit baraku habis. Justru karena orangnya kau, aku belajar dan berusaha menahan sekuat-kuatnya ucapanku. Percayalah, apa yang sempat terlontarkan semata-mata hanya percikan dan bukan hati yang membenci.
.

Itulah kenapa hari ini terasa dingin dan berat bagiku untuk memulai pembicaraan denganmu lagi setelah pertengkaran kemarin. Hanya gara-gara perasaan terlalu sensitif yang tak perlu… ‘baper’ kata anak-zaman-now. Dan aku harus menyelesaikan pertikaian ini. Memberanikan diri, menekan ego,… dan dengan dua potong jajanan gurih aku menuju ke mejamu. Kamu tengah sibuk dengan naskah-naskah dan telinga tertutup earphones. (Sigh) sepertinya kecil kemungkinan untuk memulai pembicaraan. Kenapa begini sulit mendapatkan perhatianmu, rutukku dalam hati. Kusorongkan piring jajanan ke depanmu, di sisi lengan yang bebas. Kamu tak terkejut sepertinya tahu aku menghampiri, tapi tak ingin mendahului. Anak matamu memindai sejenak… melepaskan earphones…
“Wahh… pas banget. Trima kasih…”, katamu singkat, meraih sebuahnya dan mulai mengunyah. Udara terasa menghangat. Penghargaanmu, yang terbaik yang bisa kuharapkan sejauh ini. Tanda-tanda baik kau mau menerima ajakan berdamai. Tapi aku membeku, urung berkata-kata. Aku lalu mengambil posisi duduk di hadapan dan mengurus rutin pencatatan yang biasanya. Tak akan lama maka kulirik dirimu, kita sama-sama tak ingin bicara saat ini. Tapi kudapati kau tengah menyanyi bisu dengan mata terpejam dan earphones yang kembali bertengger. Aku jadi terpaku memandangi. Manis sekali dirimu kalau sedang begini. Tetiba kau membuka mata seperti sadar diawasi.
“Makan siang bareng ya”, katamu singkat. Aku mengangguk dalam senyum.

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1819 #30hbc18slr

#1814

Perempuan,
Kami tidak bicara atau mengedepankan perasaan
Maka, ini tak akan terulangi

Aku seperti yang kukatakan, bukan sesatu yang ada di sebaliknya
Ketika keinginan memanggil, aku menghampirinya
Kau terlalu bercahaya untuk tak terlihat, maka aku mereguknya
Ketika hasrat menggelitik, itulah semua yang terbawa dalam kilas sentuhan
Kesadaran pada batas, padanya kucari celah demi keadilan padamu
Karena akulah yang telah memanggilmu

Kita adalah pilihan yang kita buat sendiri
Dan aku memilihmu menjadi kuil tempatku memuja
Sesuatu yang terlihat meskipun tak teraih
Kau adalah rumah khayalanku, tempatku menghibur diri dengan mimpi
Mungkin sesekali kita akan berjumpa, kalau aku cukup kuat melontarkan jala ajakan
Kalau aku tak terlalu penat dengan dunia ini

Bagaimana pun aku bersyukur di tempat ini masih ada kau
yang menyelingi pengembaraanku

@30haribercerita
#30haribercerita #30hbc1814 #30hbc18slr #30haribercerita2018

Kebayoran. Sabtu Pagi.

angin bertiup dan membawaku kembali ke stasiun itu. pagi itu. yang langitnya mendung tipis. dan payung warna-warni menaungi kami.

mengusir dingin dengan klak-klik di ujung telunjuk. pose demi pose. sehelai selendang pelangi menusuk embusan nafas yang mengabut. dan riuh rendah sapa bersama seleret cahaya fajar.

dingin itu masih mengendap di dasar ingatan. dan hatiku seperti kereta-kereta yang tengah melaju perlahan membelah muram.

@30haribercerita #30haribercerita2018
#30haribercerita #30hbc1813 #30hbc18slr

Cantik…

P_20180106_122856_1

Apakah cantik menurutmu?
Aku sudah lama tidak penasaran dan memusingkan definisi kata itu. Karena terlalu rumit. Terlalu banyak aspek yang harus ditimbang dan dikaitkan. Mending kalau cuma soal tampilan visual. Tapi sejak kampanye “Beauty, Brain, Behaviour” cantik, katanya, harus melibatkan aspek non-visual. Akibatnya, kamu harus kenal seseorang luar dan dalam untuk menyebutnya cantik. Yang tidak dikenal ya tidak cantik jadinya. .
Ada juga yang dekaaaat sekali, tetapi selama kenal, rasanya tidak perlu predikat itu untuk memelihara kedekatan, padahal dia benar-benar cantik luar dan dalam, lengkap dengan segala kekurangannya. Tahu-tahu kita tersadar membutuhkan kedekatan itu lebih lebih lebih daripada membutuhkan kecantikannya. Iya, karena kecantikan itu temporer. .
Akhirnya aku jarang bilang “cantik” ke orang lain dengan macam-macam ukuran. Ribet. Tetapi bisa saja tetiba aku bilang “orang itu cantik sekali”, padahal aku tidak kenal dan kami berjarak. Bukan karena visualnya menampakkan demikian. Aku tak tahu bagaimana mengungkapkannya. Cantik itu ternyata dipancarkan dan untuk dirasakan.
.
Dan tetap benar, bahwa kita butuh orang lain bukan karena kecantikannya. Karena cantik bukan jaminan.
@30haribercerita
#30haribercerita #30hbc1809 #30hbc18slr  #30haribercerita2018

Kalau Aku Daun

… Aku ingin jadi daun Belimbing yang pohonnya tumbuh di depan jendela kamarmu.
Pada pagi hari bergoyang, berayun-ayun diterpa angin.
Melambai-lambai bersama surya mencipta bayang yang jatuh di pipimu kala masih terlelap sebentar lagi sebelum memulai hari.

Pada siang menemanimu bermain di taman ini.
Menyiangi gulma, memetik bunga, dan melamun di tepi kolam.
Sedikit jika kuberuntung, kau tata pula arah tumbuh ranting Belimbing atau menghalau ulat dari tubuhku.
Di saat itu kubisa menyimak senandungmu atau keluh duka di dalam hati.

Jikalau aku daun Belimbing itu dan sampai pada hari akhir kala tubuhku menguning dan rapuh, kuingin melayang jatuh ke berandamu.
Di sisi cangkir porselinmu yang pagi itu berisi teh hangat wangi melati.
Lalu akan sangat beruntung kala kaujumput aku dari dunia untuk kauselipkan dalam salah satu lembar buku yang kaubaca.
Bersamamu.
Selamanya.

…. @30haribercerita

#30haribercerita #30hbc1804 #30hbc18slr

Tolong ingatkan saya, mulai hari ini, kalau-kalau kau mendapatiku tengah mabuk, banyak bicara dan meracau. Sebab hari ini sepertinya saya telah mencapai pengetahuan bahwa padi yang bernas itu memang seyogyanya runduk dan senyap. Ia tidak bicara jika tak perlu atau tak ditanya. Ia tak berisik ketika terpapar luka. Ia mengamati dengan seksama dan tidak apriori. Jika bicara ia bijak dan tidak takut. Terutama, ia tidak takut dianggap bodoh. Dan itu sejalan dengan Pengetahuan yang arif, bahwa tak ada pertanyaan yang bodoh.

.

Seringkali orang jadi banyak bicara dan bercanda sesungguhnya bukan demi menyenangkan orang lain, melainkan demi menutupi lukanya sendiri. Ia haus dan memohon pertolongan orang lain dengan menarik perhatian (itulah yang dikatakan para komika, komedi berangkat dari kegelisahan dalam diri). Sedangkan ia yang murni berbahagia akan tersenyum teduh dan tidak meraih kesenangan dari menghinakan (bullying) orang lain. Oh, apa kau juga tahu dan merasakan bahwa banyak tertawa membuatmu ketagihan sampai-sampai otot-otot hatimu kaku dan beku?

Tolong ingatkan saya juga jika terlalu angkuh untuk mengakui ketidaktahuan saya. Karena sesungguhnya ketika kita banyak tahu maka semakin banyak yang tidak kita ketahui.

.

Tolong ingatkan saya untuk banyak-banyak istighfar; mengadu dan berpegang hanya kepada Allah.

.

@30haribercerita
#30haribercerita #30hbc1802 #30hbc18slr